| |


more...
|
|
|
|
List Price: Rp.20900.00
Price: Rp.17765.00
Diskon:
Rp.3135.00 (15%)
|
|
DAKWAH FARDIYAH
Kegiatan dakwah sering dipahami sebagai kegiatan yang berhubungan dengan massa, dalam bentuk ceramah-ceramah, aksi-aksi sosial, kegiatan lembaga dakwah, atau semisalnya. Pemahaman yanga demikian mempersepsi kegiatan yang membutuhkan sarana, prasarana, dan keahlian, di samping massa yang banyak. Karenanya, banyak orang yang tidak mau terlibat dalam kegiatan dakwah karena merasa kurang memiliki sarana dan kecakapan.
Padahal ada juga kegiatan dakwah yang bisa dikerjakan oleh siapa saja, tanpa membutuhkan berbagai sarana, kecakapan, maupun sasaran dakwah dalam bentuk massal. Ia adalah dakwah fardiyah, atau dakwah melalui pendekatan personal. Buku ini secara detail dan tuntas membicarakan dakwah jenis ini; tentu sangat bermanfaat bagi siapa saja yang concern dengan persoalan dakwah.
|
|
|

more...
|
|
|
|
List Price: Rp.52500.00
Price: Rp.44625.00
Diskon:
Rp.7875.00 (15%)
|
Dinyatakan sebagai buku referensi PAI
Sesuai SK Dirjen Pendis nomor: DJ.II/196/2008 Tanggal 16 Juni 2008
Buku ini memuat beberapa pembahasan yang akan memberi wawasan tentang dakwah bagi kaum perempuan Muslimah. Seperti konsep dasar dakwah, wawasan ke-ilmuan dan kecakapan, sejarah dakwah kaum Muslimah tempo dulu, hingga kajian persoalan kontemporer kaum perempuan. Semua ini menegaskan bahwa para daiyah Muslimah dituntut untuk segera terjun ke medan dakwah agar umat tidak semakin jauh dari agamanya
|
|
|

more...
|
|
|
|
List Price: Rp.34900.00
Price: Rp.29665.00
Diskon:
Rp.5235.00 (15%)
|
|
Tarbiyah islamiyah pada dasarnya melibatkan tiga unsur dalam waktu bersamaan, yakni teori, seni, dan sekaligus pengalaman. Dari sisi teori, sudah begitu banyak buku yang membicarakan tentang tarbiyah islamiyah, bahkan sangat lengkap dan detail, sebagaimana buku-buku karya Ustadz Dr. Ali Abdul Halim Mahmud. Akan tetapi, mentarbiyah bukanlah sekadar teori, di sana ada aspek seni dan juga pengalaman, yang memerlukan sentuhan khusus.
Dalam kaitannya dengan sisi-sisi seni mentarbiyah, akan banyak ragam yang menunjukkan karakteristik waktu dan tempat. Demikian pula dalam ranah pengalaman praktis di lapangan, sangat banyak ragam dan coraknya. Sayang sekali, pengalaman para murabbi dan murabbiyah dalam melakukan tugas tarbiyah belum banyak didialogkan dan ditulis.
Oleh karena itu, penulis buku ini ingin mengisi kekosongan tersebut dengan berpijak pada pengalamannya berkecimpung dalam dunia tarbiyah selama rentang waktu kurang lebih tujuh belas tahun, baik sebagai mutarabbi maupun murabbi. Lewat buku ini pula, penulis ingin mengabadikan pengalaman para murabbi dan murabbiyah dalam mentarbiyah ikhwan dan akhawat binaannya, agar pengalaman-pengalaman berharga itu jangan sampai hanya menjadi khazanah pribadi yang tidak memberikan kontribusi bagi para aktivis tarbiyah lainnya.
Buku ini juga mengupas lebih detail tentang seluk-beluk dunia tarbiyah; prinsip-prinsip dasarnya, orientasinya, urgensinya bagi akhawat Muslimah, bagaimana proses awalnya, serta beragam kiat dan apa saja yang perlu dan harus dilakukan oleh para dan calon murabbiyah agar bisa memetik kesuksesan amal tarbiyah.
Dituangkan dengan bahasa yang ringan dan lincah, buku ini mengajak Anda menikmati kesyahduan dunia tarbiyah. Selamat membaca!
|
|
|

more...
|
|
|
|
List Price: Rp.26900.00
Price: Rp.22865.00
Diskon:
Rp.4035.00 (15%)
|
|
Setelah sekian tahun menikmati tarbiyah, saya pun bertanya, apakah 'sesungguhnya' saya sudah tarbiyah? Saya telah menjadi mutarabbi, memiliki murabbi, halaqah, jadwal liqa' pekanan, dan aspek 'formal' lainnya. Namun, apakah saya telah berubah? Apakah saya telah memiliki kemampuan mengubah? Sejauh manakah saya telah merasakan sakitnya perubahan? Sejauh mana pula kerelaan saya untuk berubah? Atau saya tetaplah saya yang dulu; tak berubah karena tarbiyah dan tak mengubah dengan tarbiyah.
Buku ini, dengan uraian yang reflektif, mengupas pembahasan penting seputar dunia tarbiyah melalui topik-topik sangat menggugah, antara lain: Kegagalan Tarbiyah, Orientasi Kita, Dinamika, Mewaspadai Futur Karena Overload Informasi, ‘Ilaj, Tak Ada Ikhwah yang Tak Retak, Listening, Individualisme, Murabbi sebagai Qadi, dan Menyederhanakan Diri dalam Berubah.
Kita perlu kaji tuntas buku ini untuk menjawab pertanyaan: Sudahkah Kita Tarbiyah?
|
|
|
|