| |


more...
|
|
|
|
List Price: Rp.37500.00
Price: Rp.31875.00
Diskon:
Rp.5625.00 (15%)
|
|
Sejak Kristen tersebar di Romawi pada masa Kaisar Konstantin Agung (274-377 M) hingga abad ke-16, mereka tidak melahirkan seorang ilmuwan pun. Pada paruh kedua abad ke-16, Eropa memulai perjalanan ilmiahnya ke ilmu-ilmu produk peradaban Islam, di bawah tantangan dan pemberontakan sengit gereja. Buku Coppernicus (1473-1543) tentang perputaran bumi dan angkasa yang ditulis tahun 1530 dilarang beredar oleh gereja. Bahkan ia dihukum mati disebabkan teorinya tersebut.
|
|
|

more...
|
|
|
|
List Price: Rp.22900.00
Price: Rp.19465.00
Diskon:
Rp.3435.00 (15%)
|
|
Masih adakah orang yang mempercayai bahwa peradaban Barat adalah peradaban yang ideal dan layak pakai untuk mewujudkan kemaslahatan hidup manusia? Berbagai krisis dan kehancuran—baik yang bersifat fisik, psikis, moral, social, dan lain-lain—yang menimpa umat manusia sekarang disebabkan oleh aplikasi peradaban Barat.
Mengapa peradaban Barat hanya melahirkan krisis dan kehancuran? Lalu, ke manakah kita dapat melabuhkan harapan untuk meraih kemaslahatan hidup? Ke mana pula kita dapat mengayuhkan biduk kehidupan agar selamat? Bahtera peradaban mana yang dapat dijadikan tumpuan segala angan dan harapan?
|
|
|

more...
|
|
|
|
List Price: Rp.34900.00
Price: Rp.29665.00
Diskon:
Rp.5235.00 (15%)
|
|
Setelah Uni Soviet hancur dan tembok Berlin runtuh, Amerika Serikat praktis sangat berkuasa di dunia. Dengan didukung teknologi canggih serta modal yang gila-gilaan, hegemoni mereka berhasil merasuki seluruh sendi kehidupan dunia. Terakhir, dengan sangat yakin, mereka ingin menyatukan dunia di bawah payung globalisasi-yang menurut mereka-rekaannya.
Padahal, sebenarnya, globalisasi bukanlah produk pemikiran Barat. Ia berkembang dan menyebar secara bertahap bersamaan dengan Revolusi Industri serta kemajuan teknologi yang luar biasa dan terus-menerus. Penisbahan Barat pada globalisasi adalah blunder yang kekanak-kanakan. Sebab, semua itu hanya akan mendatangkan kedengkian dan peperangan, serta membawa dunia pada perlombaan kekuatan yang tidak kunjung usai.
Di sisi lain, sebetulnya, kemajuan ilmiah tidak hanya prestasi Barat. Bangsa-bangsa Timur juga turut andil secara seimbang. Tengok saja sosok Ibnu Sina, Al-Farabi, Al-Khawarizmi, dan sederet nama penting dari kalangan Muslim yang telah menginspirasi perubahan besar dunia. Dunia membutuhkan sebuah sistem yang mampu mengelola masyarakatnya agar aman dan tenang. Dunia tidak menginginkan hukum rimba yang membuahkan peperangan, kerusakan, dan ketidaktenangan secara lebih luas.
Buku ini membedah anatomi globalisasi sebagai objek, kemudian mendeskripsikan visi universal berbagai ideologi dan agama besar dunia sebagai solusi. Pada akhirnya, sistem yang mampu bersanding dengan globalisasi adalah sistem yang berbasis pada nilai yang benar-benar universal. Selamat membandingkan dan semoga berguna.
|
|
|
|